PERANAN MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN TOLERANSI LINTAS AGAMA MELALUI
PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Banyak dari masyarakat yang mengeluh karena kuarangnya kesadaran
dalam diri masing-masing dalam menindak lanjuti toleransi lintas agama, bahkan
fenomena masyarakat sekarang kurang antusias dalam hal toleransi yang
disebabkan dogma agama yang mengeblok bahwasanya agamanya lah yang paling benar
dan menganggap agama lain salah dalam hal doktrin-doktrin yang diajarkan.
Dalam menghadapi masalah tersebut perguruan tinggi membentuk sebuah
aliansi-aliansi yang bertujuan untuk mewujudkan sebuah toleransi lintas agama
salah satunya prodi Perbandingan Agama, yang melahirkan generasi-generasi yang
dapat memberikan solusi dalam masalah lintas agama yang sekarang ini booming
dibicarakan dalam sosial media ataupun stasiun televisi.
Dari sini saya mulai berfikir bahwasanya agama adalah suatu hal
yang sensitif, kenapa demikian? Karena agama dalam raealita yang sekarang lebih
condong sebagai pagar pemisah dan penyebab kerusuhan yang mengatas namakan
agama dengan dalih menegakkan agama tuhan. Sungguh sangat miris dan tidak
mencerminkan sebuah persatuan.
Dan untuk saat ini sangat dibutuhkan generasi generasi yang bisa
menengahi permasalahan ini salah satunya yaitu mahasiswa. Kenapa harus
mahasiswa? Karena mahasiswa identik dengan observasi dan penelitian penelitian,
maka dari itu mahasiswa juga sangat berperan dan harus ikut andil dalam
menengahi permasalahan yang saat ini booming dibicarakan di media sosial.
Namun tidaklah gampang bagi mahasiswa yang melakukan
penelitian-penelitian tentang agama dikarenakan mungkin kurangnya metode dalam
pendekatan-pendekatan dengan orang yang berbeda keyakinan, maka dari itu saya
ingin memaparkan sebuah metode yang mungkin berguna untuk digunakan dalam
melakukan sebuah pendekatan dengan orang yang berbeda keyakinan.
PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Metode ini dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam
memahami agama, kenapa demikian? Karena banyak kajian dalam bidang agama yang
baru dipahami secara proposional dan tepat apabil memberia menggunakan bantuan
dari isu sosiologi. Dan juga fokus perhatian pendekatan ini terletak pada
interaksi agama dan masyarakat. objek objek pengetahuan, praktik praktik, dan
institusi dalam dunia sosial oleh sosiolog dipandang sebagai produk interaksi sosial
dan kontruksi sosial.
Pendekatan sosiologis terhadap agama tidak hanya memberi perhatian
pada keyakinan dan komunitas keagamaan terhadap kekuatan dan proses sosial
melainkan juga kekuatan penggerak organisasi dan doktrin keagamaan dalam dunia
sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar