Minggu, 21 Mei 2017

PERANAN MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN TOLERANSI LINTAS AGAMA MELALUI PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Banyak dari masyarakat yang mengeluh karena kuarangnya kesadaran dalam diri masing-masing dalam menindak lanjuti toleransi lintas agama, bahkan fenomena masyarakat sekarang kurang antusias dalam hal toleransi yang disebabkan dogma agama yang mengeblok bahwasanya agamanya lah yang paling benar dan menganggap agama lain salah dalam hal doktrin-doktrin yang diajarkan.
Dalam menghadapi masalah tersebut perguruan tinggi membentuk sebuah aliansi-aliansi yang bertujuan untuk mewujudkan sebuah toleransi lintas agama salah satunya prodi Perbandingan Agama, yang melahirkan generasi-generasi yang dapat memberikan solusi dalam masalah lintas agama yang sekarang ini booming dibicarakan dalam sosial media ataupun stasiun televisi.
Dari sini saya mulai berfikir bahwasanya agama adalah suatu hal yang sensitif, kenapa demikian? Karena agama dalam raealita yang sekarang lebih condong sebagai pagar pemisah dan penyebab kerusuhan yang mengatas namakan agama dengan dalih menegakkan agama tuhan. Sungguh sangat miris dan tidak mencerminkan sebuah persatuan.
Dan untuk saat ini sangat dibutuhkan generasi generasi yang bisa menengahi permasalahan ini salah satunya yaitu mahasiswa. Kenapa harus mahasiswa? Karena mahasiswa identik dengan observasi dan penelitian penelitian, maka dari itu mahasiswa juga sangat berperan dan harus ikut andil dalam menengahi permasalahan yang saat ini booming dibicarakan di media sosial.
Namun tidaklah gampang bagi mahasiswa yang melakukan penelitian-penelitian tentang agama dikarenakan mungkin kurangnya metode dalam pendekatan-pendekatan dengan orang yang berbeda keyakinan, maka dari itu saya ingin memaparkan sebuah metode yang mungkin berguna untuk digunakan dalam melakukan sebuah pendekatan dengan orang yang berbeda keyakinan.   
PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Metode ini dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam memahami agama, kenapa demikian? Karena banyak kajian dalam bidang agama yang baru dipahami secara proposional dan tepat apabil memberia menggunakan bantuan dari isu sosiologi. Dan juga fokus perhatian pendekatan ini terletak pada interaksi agama dan masyarakat. objek objek pengetahuan, praktik praktik, dan institusi dalam dunia sosial oleh sosiolog dipandang sebagai produk interaksi sosial dan kontruksi sosial.

Pendekatan sosiologis terhadap agama tidak hanya memberi perhatian pada keyakinan dan komunitas keagamaan terhadap kekuatan dan proses sosial melainkan juga kekuatan penggerak organisasi dan doktrin keagamaan dalam dunia sosial.